didalamundang-undang perkawinan ditetapkan bahwa peran suami adalah sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga. suami wajib melindungi istri, dan memberikan segala sesuatu sesuai dengan keperluannya, sedangkan kewajiban istri adalah mengatur urusan rumah tangga dengan sebaik-baiknya. dengan pembagian peran tersebut, berarti peran OlehRepelita Tambunan. Tema Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 Tahun 2018: "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa" adalah tema yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA). RENUNGANPRIA punya PERANAN yang SANGAT VITAL dalam keluarga. APLIKASI 1. Jika Anda seorang pria, bagaimana peranan Anda selama ini dalam keluarga Anda? 2. Menurut Anda, mengapa seorang pria memiliki peranan yang sangat vital dalam keluarga? 3. Setelah membaca renungan hari ini, komitmen apa yang akan Anda ambil untuk dapat mengaplikasikannya? Dalamhal seorang laki-laki perjaka, masih ada kesempatan bagi dia untuk melayani dan memberikan pimpinan rohani di dalam keluarga besarnya, di kelompok masyarakat dan di kumpulan jemaatnya. Prinsip-prinsip keteladanan dan kesalehan serta pengajaran yang benar tetap berlaku meskipun dia tidak mempunyai pasangan hidup atau keluarga sendiri. KonsepKeluarga Pembaharu, Laki-laki perlu Terlibat Tanggung Jawab Domestik Keluarga PR panjang untuk menciptakan relasi setara antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, tidak hanya dari faktor kesadaran diri. Akan tetapi, juga mendukung pelibatan laki-laki dalam ranah domestik Muallifah 11/07/2022 in Keluarga 0 Konsep Keluarga rT23. – Menjadi suami dan ayah ideal dalam rumah tangga, tentu menjadi dambaan setiap pria. Meski demikian, tak mudah meraih predikat itu. Butuh ilmu dan kesadaran seorang pria terhadap perannya. Inilah peran seorang pria dalam rumah tangga. “Arrijalu qowwamuna alaa nisaa”, sebuah terjemahan potongan ayat yang menyatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin atas wanita. Artinya, laki-laki terlahir sebagai pemimpin atas wanita, termasuk di dalam rumah tangganya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam bergaul dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik dalam bergaul dengan keluargaku.” Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain perempuan, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” QS an-Nisaa’ 34 Al-Imam Ibnu Katsir berkata tentang tafsir ayat di atas, “Dengan sebab harta yang mereka belanjakan berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Allah subhanahu wa ta’ala wajibkan atas mereka seperti yang tersebut dalam kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya, maka pria lebih utama dari wanita serta memiliki kelebihan dan keunggulan di atas wanita, sehingga pantas menjadi pemimpin bagi wanita, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala artinya, “Para suami memiliki kelebihan satu tingkatan di atas para istri.” Al Baqarah 228. Kemudian Al-Imam Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas, “Para suami memiliki kelebihan satu tingkat di atas para istri yaitu dalam keutamaan, dalam penciptaan, tabiat, kedudukan, keharusan menaati perintahnya dari si istri selama tidak memerintahkan kepada kemungkaran, dalam memberikan infak/belanja.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada ayat tersebut. Peranan Suami sebagai Pemimpin Rumah Tangga Sebagai pemimpin rumah tangga, seseorang suami mempunyai kewajiban-kewajiban. Pertama, kewajiban memberi nafkah bagi keluarga istri dan anak-anaknya. Seorang suami berkewajiban memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi keluarganya. Seorang suami wajib menafkahi istri dan anak-anaknya, menyediakan tempat tinggal serta mengadakan pakaian untuk mereka sesuai kemampuannya. Hal ini tidak boleh dilalaikan oleh seorang suami. Dia dijadikan sebagai pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya di antaranya karena telah menafkahi mereka. Allah berfirman, “Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka kaum pria di atas sebagian yang lain dari kaum wanita dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka.” An Nisa 34. Dalam memenuhi kebutuhan keluarga hendaklah seorang suami mencari nafkah dengan cara yang halal agar diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mendapat pahala karena telah memenuhi kebutuhan keluarganya. Kedua, kewajiban membina dan mendidik mereka. Dalam hal ini Allah menjelaskan dalam firmanNya, “Wahai sekalian orang-orang yang beriman, jagalah selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari dahsyatnya an naar api neraka.” At Tahrim 6. Al-Imam As-Sa’di rahimahullah dalam tafsir ayat tersebut berkata, “Tidak akan selamat seorang hamba kecuali jika ia telah menunaikan perintah Allah terhadap dirinya dan terhadap siapa saja yang dibawah tanggung jawabnya dari para istri dan putra-putrinya, serta yang lainnya yang di bawah kewenangan dan pengaturannya.” Lihat Tafsir As Sa’di pada ayat tersebut. Ketiga, kewajiban bergaul dengan mereka secara baik. Hendaknya seorang suami dalam membina keluarganya dengan cara yang baik, lemah lembut dan penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan dalam firman-Nya artinya, “Bergaullah dengan mereka secara patut.” Kemudian, Al-Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan, “Maniskanlah perkataan kalian terhadap mereka, baguskanlah perbuatan dan penampilan kalian sebagaimana kalian senang jika istri-istri kalian seperti itu, maka berbuatlah engkau untuk dia seperti itu pula.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,”Sesungguhnya tidaklah kelemah-lembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelemah-lembutan itu dicabut darinya melainkan akan menjadikannya jelek.” HR. Muslim no. 4698. Demikian beberapa ulasan mengenai peran laki-laki di dalam sebuah rumah tangga. Kontributor Mufatihatul Islam Editor Muhammad Nashir Kenaikan angka kehamilan tidak direncanakan selama pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan. Selain itu, potensi meningkatkan penularan HIV-AIDS, terutama di kalangan ibu rumah tangga dan anak juga terus memperlihatkan angka kasus terbaru. UNFPA menyebutkan bahwa pandemi diperkirakan akan menambah 7 juta Kehamilan Tidak Direncanakan KTD secara global, sedangkan BKKBN menyebutkan bahwa di Indonesia, pandemi Covid-19 berpotensi untuk meningkatkan kehamilan tidak direncanakan di Indonesia sebesar 420 ribu. “Tidak dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang mengabaikan himbauan untuk menggunakan kontrasepsi pada masa pandemi, padahal kehamilan di masa pandemi memiliki berbagai macam tantangan kesehatan karena akses terhadap layanan kesehatan saat ini lebih banyak diprioritaskan untuk pelayanan pasien dengan indikasi Covid-19," ucap Basuki Dwi Harjanto selaku Head of Market Access & Programs DKT Indonesia. Selain itu, Dwi Harjanto menjelaskan bahwa ibu hamil di masa pandemi banyak yang tidak mendapatkan screening triple elimininasi HIV, Sifilis, dan juga Hepatitis secara menyeluruh, sehingga hal tersebut berisiko untuk meningkatkan penularan kepada mengatasi permasalahan ini, laki-laki sebagai suami mempunyai andil besar dalam upaya pencegahan terhadap ledakan kehamilan tidak direncanakan, penularan HIV-AIDS dari istri dan anak serta pencegahan terhadap Covid-19. Maka dari itu, DKT Indonesia dalam Webinar Lelaki Andalan, Peduli, Setara dan Bertanggung-Jawab pada Rabu 17/06/2020 untuk mengampanyekan 8 peran utama “Lelaki Andalan” dalam ingin mengetahui 8 poin terkait peran utama suami sebagai lelaki andalan, kali ini telah merangkumnya. 1. Membantu mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu seorang lelaki andalan, suami harus bisa mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu hamil. Memang perlu diingat bahwa kesehatan selama masa kehamilan menjadi nomor satu karena penting untuk dijaga. Kesehatan tersebut tidak hanya untuk istri, melainkan untuk janin di dalam kandungannya. Dukungan suami tanpa disadari dapat meningkatkan kondisi kehamilan ibu hamil secara fisik dan mental. Sejak trimester pertama kehamilan, setidaknya suami sudah harus paham dan mulai beradaptasi ketika istri sudah mengandung. Ini bertujuan agar lebih memahami segala kebutuhan yang diperlukan oleh ibu hamil. 2. Merencanakan persalinan aman oleh tenaga medisFreepikSebelum tanggal persalinan semakin dekat, ada baiknya pasangan suami dan istri yang akan segera memiliki anak mulai melakukan perencanaan. Perencanaan yang aman ketika proses persalinan sangat dibutuhkan agar terhindar dari trauma. Sebagai suami yang harus bisa diandalkan di dalam keluarga, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau doula dalam merencanakan persalinan yang aman nantinya. Ini diperlukan apalagi jika persalinan tersebut baru pertama kali terjadi. Persiapan dengan baik ya, Menghindari keterlambatan dalam mencari pertolongan medisFreepikKesehatan keluarga tentu menjadi keinginan semua orang. Namun, terkadang semuanya tidak akan berjalan mulus dan sesuai dengan harapan. Jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada istri atau anak, maka suami perlu berperan dengan sigap. Perannya sebagai seseorang yang diadalkan setidaknya perlu menghindari keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Editors' Picks4. Membantu perawatan istri dan bayi setelah persalinanUnsplash/Aaron ThomasPasca persalinan ada hal yang masih perlu diperhatikan yakni memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan selama memulihkan diri. Asupan makanan bergizi yang dikonsumsi istri nantinya juga akan didapatkan oleh bayi melalui ASI. Ketika Papa masih memiliki waktu cuti panjang untuk menemani istri pasca persalinan, maka bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memanjakan selama proses pemulihan. Tidak ada salahnya meluangkan waktu membuatkan makanan yang spesial dan manfaatkan ini sebagai salah satu bentuk cinta. Pilihlah menu-menu yang mudah, namun tetap memenuhi gizi agar proses pemulihan bisa lebih cepat. Selain itu, perhatikan perkembangan si Kecil dari hari sekaligus membiarkan istri untuk beristirahat sejenak. 5. Menjadi sosok Papa yang bertanggung-jawab Unsplash/Jonas KakarotoJika istri akan biasanya meningkatkan kualitas hubungan bersama si Kecil lewat proses menyusui, Papa bisa memberikan kualitas hubungan dalam bentuk lain. Cobalah untuk mencari hiburan dengan mengajak si Kecil bermain. Tidak perlu sampai ke luar rumah untuk mencari hiburan, carilah alternatif terdekat. Si Kecil bisa diajak jalan-jalan ke area rumah seperti taman belakang. Walau masih di sekitar rumah, setidaknya si Kecil bisa mencari udara segar. Selain menambah kedekatan, momen tersebut juga akan meningkatkan kualitas hubungan menjadi lebih hangat. 6. Mencegah penularan Infeksi Menular Seksual IMS Pexels/Magda ElhersInfeksi menular seksual IMS mudah sekali tersebar melalui kontak seksual. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan proses penularan mulai dari hubungan seks vaginal, anal dan ini disebabkan karena adanya bakteri, virus atau parasit yang ditularkan melalui kontak seksual. Sebagai suami andalan, maka perlu sekali peduli terhadap infeksi menular seksual ini agar kesehatan keluarga tetap Menghindari kekerasan terhadap perempuan serta bias genderFreepik/NoxosKekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu pemicu keluarga tidak harmonis dan meningkatkan anak-anak dengan gangguan perkembangan secara psikologis. Terlalu sering cekcok hingga berujung kekerasan akan menjadi awal terbentuknya hubungan keluarga yang tidak sehat. Ketika ada permasalahan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga, ada baiknya diselesaikan secara baik-baik. Usahakan berkomunikasi dengan baik agar bisa mencari solusi yang tepat. 8. Turut berpartisipasi dalam program KB dengan menggunakan kontrasepsiUnsplash/ReproductiveHealthSuppliesCoalitionPoin lelaki andalan yang perlu ditingkatkan saat ini yakni turut berpartisipasi dalam program KB dengan menggunakan kontrasepsi. Hal ini seringkali dilupakan, sehingga banyak pasangan yang kebobolan hamil. Berdasarkan data dari DKT Indonesia, kesadaran laki-laki untuk menggunakan kontrasepsi masih sangat kurang, terbukti dengan hanya 2,5 persen laki-laki yang menggunakan kondom dan 0,2 persen laki-laki yang melakukan vasektomi untuk program perencanaan keluarga mereka. Bahkan, tak jarang banyak laki-laki yang melarang istrinya untuk Dr. Adi Sasongko, pakar HIV Indonesia menyebutkan bahwa hingga saat ini, stigma negatif kondom sebagai sebuah alat kontrasepsi masih menjadi salah satu hambatan terhadap peningkatan penggunaan kondom di Indonesia. Stigma tersebut diakibatkan karena kampanye kondom selalu dikaitkan dengan cara pencegahan penularan HIV-AIDS ke ruang publik, sehingga yang terpatri di masyarakat bahwa kondom hanya sebagai “alat kenakalan laki-laki”. Padahal penggunaan kondom diperlukan sebagai alat triple protections sebagai pencegahan terhadap Infeksi Menular Seksual & HIV-AIDS, pencegahan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan serta pencegahan terhadap Covid-19. Faktanya, kondom adalah alat kontrasepsi yang non hormonal, sangat efektif dan efisien, paling mudah didapat dengan harga terjangkau daripada alat kontrasepsi masyarakat perlu diluruskan, karena kondom memiliki ketebalan antara hingga milimeter, sehingga tidak akan mempengaruhi kualitas bercinta pasangan. Selain itu, kondom menjadi alat kontrasepsi yang paling minim risiko dan tidak memiliki efek hormonal sekaligus dapat menambah kepuasan bercinta dengan lanjut, penggunaan kondom juga membiasakan laki-laki untuk lebih bertanggung-jawab dan tidak egois. Karena selama ini, kesadaran penggunaan alat kontrasepsi titik-beratnya ada pada kaum beberapa rangkuman terkait 8 peran utama suami sebagai lelaki andalan. Semoga informasi ini bisa menjadi motivasi tersendiri dan tentunya jugaDemi Puaskan Suami, Begini Cara Mengatasi Vaginismus dengan TerapiPandemi Belum Berakhir, Jumlah Ibu Hamil Kian Meningkat di Kota SerangKasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Selama Pandemi Covid-19 ArticlePDF Available Abstractp class="Iabstrak"> Abstra ct The interpretation of leadership in the family has an important role to construct Sakinah family. Because of difference interpretation effects to household violence. The difference is trough leadership criteria whether absolutely be every man or just for certain man who is able to fulfill the requirement as written in al-Nisā’ [4] 34. This writing has a purpose to discuss absolute leadership pattern and functional leadership and the effect to the family. The description of leadership that discussed in this writing is about Javanese culture that has centralistic leadership and demand absolute obedience. One of the effects of practices absolute leadership is household violence. Violence in a family as the most little unit of society will effect to the existence of form a group and have a nation. Furthermore, exegesis that has the perspective of equality gender by observing local culture must be developed, in order to be easy to be understood and to be carried out. Abstrak Pemahaman mengenai kepemimpinan laki laki dalam keluarga, berperan penting untuk membangun keluarga sakinah. Namun , terdapat perbedaan dalam menafsirkan kriteria kepemimpinan dalam keluarga. Apakah kepemimpinan bersifat mutlak bagi setiap laki-laki atau hanya untuk laki-laki tertentu yang dapat memenuhi syarat sebagaimana disebutkan dalam QS. al-Nisa’ [4] 34. Tulisan ini bertujuan untuk membahas pemahaman tentang ayat yang terkait dengan kepemimpinan dalam keluarga dan implementasinya dalam kehidupan masyarakat Jawa. Pendekatan Antropologis digunakan untuk mendapatkan deskripsi mengenai tradisi kepemimpinan dalam keluarga di lingkungan masyarakat Jawa. Hasil temuan dari pembahasan ini adalah adanya pe­mahaman yang sentralistik terhadap ayat kepemimpinan dalam keluarga, sehingga berdampak pada terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga KDRT. Apabila keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat mengalami kekerasan, tentu akan ber­pengaruh pada kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Oleh karenanya, perlu dikembangkan pemahaman yang berperspektif kesetaraan jender dengan memperhatikan kearifan lokal, agar mudah dipahami dan terhadap perempuan dalam rumah tangga banyak terjadi, sedangkan sistem hukum di Indonesiabelum menjamin perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dipahami tidak hanya berkaitan dengan penggunaan fisik tetapi terkait dengan tekanan emosional dan psikis. Kekerasan tidak terjadi secara spon­tanitas, namun memiliki sebab-sebab tertentu yang mendorong laki-laki berbuat kekerasan terhadap perempuan istri yang secara umum penyebab kekerasan tersebut dapat diidentifikasi karena faktor gen­der dan patriarki, relasi kuasa yang timpang, dan role modeling perilaku hasil meniru. Gagasan pemukulan merupakan hak yang ada bagi laki-laki tentunya kontradiksi dengan cita-cita al-Qur’an tentang hubungan suami-isteri yang harusnya kompak dan saling mendukung. Hal ini juga berkebalikan dengan aturan Quran yang mana laki-laki dan perempuan boleh membubarkan pernikahan yang gagal, sehingga akan mengesampingkan gagasan bahwa perempuan memiliki tugas dan kewajiban untuk tunduk kepada kekerasan.

peran laki laki dalam keluarga